Category Archives: Tutorial

Hening Serentak Bersama Mas Adjie Santosoputro

Merangkum kelas #heningserentak episode 12 :

BELAJAR MENGURANGI EKSPEKTASI

Untuk bisa mengurangi ekspektasi kita perlu meningkatkan :

  • kemampuan untuk letting go, bagaimana memeluk situasi yang berantakan
  • kemampuan membuka diri untuk new possibilities
  • mengurangi ekspektasi agar orang lain membahagiakan kita dan tidak membalas orang yang menyakiti hati kita (kesulitan memaafkan orang lain biasanya bersumber dari kesulitan memaafkan diri sendiri)
  • pranihita, hidup tidak punya tujuan, karena di saat ini, di sini kini, kita sudah tiba

Keinginan untuk mengejar sesuatu itu manusiawi, tapi mengurangi ekspektasi bahwa itu akan menuju ke suatu titik tertentu, mungkin justru akan meningkatkan kebahagiaan.

Doing something for the sake of doing (tambahan sendiri, karena sejalan dengan tema).

Terima kasih Mas Adjie Santosoputro.

Amarah

Ada yang bilang, saat sedang marah kita bisa mencoba menjabarkan kemarahan ke dalam bahasa baku untuk membuat amarah berangsur reda.
Demikian pula jika kita marah pada seseorang, mengomunikasikan emosi tersebut dalam kalimat baku akan membuat maksud kita lebih mudah diterima dan tidak menyebabkan kesalahpahaman lebih panjang.
.
Sebenarnya saya tidak ingat benar siapa yang mengucapkan hal ini, bisa saja saya hanya mengada-ada supaya terdengar lebih sahih 😬 (*sebuah sangkalan).
.
Studi kasus : kita marah karena ada seseorang yang memotong jalan dengan ugal-ugalan saat kita sedang berkendara dengan tenang. Lalu, dengan segera kita mengumpat, “gi*a, nyetir nggak pake o*ak!”.
.
Umpatan spontan memang terkadang sulit ditahan, namun amarah berkepanjangan dapat diminimalisir dengan mengupas umpatan menjadi : saya tadi berkata kasar karena orang tersebut memotong jalan tanpa pertimbangan yang matang, sehingga dapat membahayakan orang lain.
.
Contoh jika ingin marah pada orang lain dan berkata, “gimana sih, gini aja nggak bisa!?”.
Dapat dilunakkan menjadi : saya berekspektasi kamu dapat mengerjakan apa yang saya minta, sehingga ketika kamu gagal melakukannya, saya merasa kecewa.
.
Terbayang ya, membuat deskripsi baku itu melelahkan dan bertele-tele. Mungkin memaksa otak untuk menjabarkan sesuatu dengan bahasa yang tidak kita gunakan sehari-hari, sedikit banyak membantu mengurangi jatah energi yang dapat dipakai otak untuk meledakkan emosi (*sebuah kesoktahuan).
.
Mengumpat mungkin sesaat melegakan, namun menanggung amarah itu membebani.

How to Recharge Yourself

Let’s get lost. How to do it:

1. sit on a terminal/any stopping place for public vehicle
2. get in on the first public vehicle you saw/passing by
3. ask where’s the last stop
4. when people ask, say you want to go to the last stop (anywhere it is)
5. forget everything, enjoy your ride
6. see and feel as much as you can
7. don’t touch your handphone and don’t use your mp3 player
8. listen to anything around you
9. talk to random strangers
10. when you arrive to the last stop, get back to number 1
11. if it’s already late, find a way home, hitchhike if there’s no public transportation anymore
12. talk with people who’s giving you a lift
13. ask about interesting stuffs about the place where you get lost
14. arrive at home
15. enjoy the therapeutic effects of getting lost and be grateful
16. you’ve already recharged 😀

How to Make POTPOURRI (by me)

Hari ini adalah hari wisuda untuk angkatan 2006. Seperti tahun2 sebelumnya, tradisi memberi bunga kepada wisudawan-wisudawati masih tetap berlangsung. Kami junior yang belum lulus membeli bunga untuk para senior yang lulus hari ini.
Singkat cerita, pada akhir acara wisuda tersebut ada beberapa tangkai bunga yang tersisa untuk kami bawa pulang. Pada saat itu aku ingat sesuatu tentang “Potpourri”
Pertama kali dengar dan tahu kata2 itu saat SMP, dari sebuah komik. Di komik tersebut, yang judulnya aku sudah lupa, tapi berstatus serial cantik, dikisahkan seorang anak perempuan yang menyukai dunia perbungaan.
Di situlah istilah potpourri muncul. Secara sederhana potpourri dapat disebut sebagai kumpulan bunga2 yang telah dikeringkan. Sebenarnya aku tidak terlalu ingat bagaimana cara membuatnya, namun setelah berusaha me-recall ingatan, inilah yang aku bisa aku ingat :
1. keringkanlah helaian bunga dalam lembaran buku yang cukup tebal. *untuk permulaan aku menyarankan kelopak bunga mawar untuk dikeringkan dan kamus inggris-indonesia untuk media pengering*
2. setelah beberapa lama (bisa jadi hitungan minggu atau bulan, just try it..) si kelopak bunga akan mengering namun tidak busuk.
3. simpanlah kelopak bunga yang telah kering tersebut dalam sebuah kantong serut kecil.
4. berikanlah kantong tersebut sebagai jimat untuk orang yang kamu sayangi. *sebenarnya bagian terakhir ini agak improvisasi pribadi, karena tidak terlalu ingat bagaimana cerita komiknya, dan karena si komik itu serial cantik, inilah akhir yang menurutku paling mungkin yang terjadi. haha..*
Sepulang dari kampus aku mencoba bertanya pada eyang google tentang potpourri. Dan hasilnya eng-ing-eng, pemahaman tentang potpourri sebenarnya sama, tapi cara membuat yang ditawarkan masing2 penulis berbeda2.
Setelah dipikir2 cara membuat yang aku tulis ini agak mirip cara membuat herbarium kemudian diimprovisasi menjadi potpourri.
Yup, setelah me-recall cerita komik dan menambahkan sedikit improvisasi, i find my own way to make potpourri, that’s a nice part to know.. 🙂
Some facts behind my potpourri :
1. aku pernah membuat bunga kering dengan cara yang aku tulis di atas. Bunga mawar, kamus bahasa inggris, all the way exactly the same..
2. aku membuat si bunga itu dari SMA, kumpulan bunga yang sudah kering itu masih ada sampai sekarang dan aku simpan di dalam sebuah kotak, karena aku tidak punya dan tidak berniat mencari si kantong serut.
3. kumpulan bunga kering itu ternyata tidak harum, dan benar setelah membaca beberapa sumber, tampaknya menambahkan beberapa tetes minyak esensial itu penting.
4. jangan meninggalkan bunga mawar yang utuh dengan ujung tangkai di dalam air atau tempat yang lembab, karena aku pernah melakukannya dan seluruh kelopaknya jadi busuk dengan cepat dan berakhir mengerikan. dari beberapa sumber disebutkan mengeringkan bunga memang harus di tempat yang kering, tidak lembab, berangin, namun jangan terkena sinar matahari langsung.
5. dari beberapa sumber juga disebutkan, cara mengeringkan bunga utuh yang baik adalah dengan cara terbalik, kelopak di bawah dan tangkai di atas.
That’s all about potpourri.. A nice topic to share with.. 🙂
Nb : mungkin aku akan menambahkan beberapa foto tentang ini, next time..