Category Archives: Interior

Gereja Katolik dalam Film Ave Maryam (Spoiler)

Ave Maryam adalah sebuah film Indonesia tahun 2019, bergenre drama dan disutradai oleh Ertanto Robby Soediskam. Diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1998, film ini mengangkat tema hubungan terlarang antara pastur bernama Yosef dan biarawati bernama Maryam. Setelah ditayangkan pada tahun 2019 di sejumlah bioskop tanah air, mulai Bulan September 2020 Ave Maryam dapat diakses melalui Netflix, kendati ada pemotongan durasi karena sensor.

Mengambil setting di Kota Semarang, film ini menyuguhkan landskap pariwisata yang diwakili oleh Kawasan Kota Lama (beberapa adegan Maryam berjalan kaki, Yosef naik sepeda, dan mereka berdua naik mobil), Gedung Spiegel (tempat Yosef dan Maryam janji temu), dan juga Gereja Blenduk (saat Maryam berpapasan dengan Yosef, sebelum diajak mampir ke toko roti). Gereja Blenduk sebenarnya adalah Gereja Kristen, nama lainnya adalah GPIB Immanuel Semarang. Oleh karena itu, untuk melengkapi setting cerita berlatar Gereja Katolik, film ini memilih beberapa tempat berikut ini sebagai interior gereja :

Gereja Katolik Santo Yusuf Ronggowarsito

Gereja dengan gaya neogotik ini merupakan lokasi pembuka sekaligus penutup film. Di awal, digambarkan Maryam seorang diri dengan tas dan koper di sampingnya. Ia berdoa sembari mengingat perjalanan hidupnya (dikisahkan melalui keseluruhan film). Di akhir cerita, Maryam selesai berdoa, mengangkat koper, dan pergi meninggalkan gereja. Gestur tanpa dialog yang membuat penonton memahami keutuhan cerita ini diperankan di sebuah gereja yang didirikan pada tahun 1870 sampai tahun 1875. Gereja ini dikenal juga dengan nama Gereja Gedangan, Gereja Katolik pertama di Semarang.

Lawang Sewu

Adegan sesaat sebelum Maryam melihat Yosef mengajar orkestra, berlokasi di gedung ini. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907, Lawang Sewu dahulu digunakan sebagai kantor perusahaan kereta api Hindia Belanda. Salah satu daya tariknya adalah kaca patri yang terletak di puncak tangga dengan komposisi interior yang simetris. Kaca patri termasuk karya seni yang biasa digunakan untuk menggambarkan simbol, tokoh, atau peristiwa. Karena pengerjaan yang cukup rumit, kaca patri umumnya hanya digunakan untuk bangunan-bangunan penting, kini lebih identik dengan tempat ibadah. Jadi, tidak heran jika tempat ini dipilih sebagai ruangan yang dilewati oleh Maryam, sesaat setelah ia keluar dari pintu gereja.

Kapel Susteran OSF Gedangan

Selain Gereja Santo Yusuf, kapel ini juga digunakan sebagai tempat ibadah para suster. Dalam film tidak diceritakan kenapa ada 2 tempat ibadah yang digunakan, namun secara geografis lokasi kapel ini memang berdekatan dengan Gereja Santo Yusuf. Terletak di dalam kompleks yang sama, kapel ini juga mengadopsi gaya neogotik, peletakan batu pertamanya adalah pada tahun 1891. Pemilihan bangunan-bangunan dengan umur yang kurang lebih sama, membuat film ini memiliki latar yang konsisten.

Walaupun setting sudah sedemikian rupa digarap dengan rinci, ada beberapa detail film yang terasa kurang tepat bagi saya. Sebagai catatan, saya dibesarkan di lingkungan Katolik. Mungkin detail-detail ini tidak akan terlalu disadari oleh pemeluk agama lain.

Warna Liturgi

Dalam Gereja Katolik ada beberapa warna liturgi. Warna-warna ini digunakan untuk membedakan hari raya tertentu dengan hari biasa. Sebagai contoh, masa Adven (1 bulan sebelum Natal) warna liturginya adalah ungu, sementara hari biasa adalah hijau. Penggunaan warna liturgi ini seharusnya senada baik untuk atribut gereja maupun busana yang dikenakan romo.

Mengutip dari Laman Wikipedia Ave Maryam, pengambilan gambar utama dilakukan selama sembilan hari di Semarang dan Yogyakarta pada 26 November 2016. Tanggal tersebut merupakan Minggu Adven Pertama, sehingga setting gereja bernuansa ungu (tampaknya kru film tidak mengubah dekorasi gereja). Dalam film tidak disebutkan pada bulan apa tepatnya kejadian itu berlangsung, namun menjadi rancu karena pastur mengenakan jubah berwarna hijau.

Clerical Collar

Sepanjang film, busana yang mayoritas digunakan oleh Romo Yosef adalah kemeja berwarna hitam dengan kerah tertutup dan aksen putih di bagian tengah. Di luar negeri, pakaian seperti ini umum digunakan oleh seorang pastur/romo. Di Indonesia, tidak semua romo menggunakan baju klerus, banyak dijumpai romo yang menggunakan kemeja biasa pula.

Dahar Romo

Pastur biasanya tinggal di pasturan yang berlokasi satu kompleks dengan gereja. Kebutuhan makanan disediakan oleh umat secara bergilir, di Jawa sering disebut sebagai dahar romo. Biasanya hantaran dahar romo ini diantar ke pasturan, bukan ke gereja. Adegan di atas terasa janggal karena Romo Yosef menerima rantang yang diantarkan oleh Dinda di depan gereja, lalu membawanya masuk ke dalam.

Detail-detail tersebut di atas mungkin tidak mempengaruhi jalan cerita, namun suatu film akan terasa lebih nyata, jika detailnya diriset dari dan digarap menyerupai realita. Terlepas dari itu, saya menikmati film ini karena sinematografi yang sangat cantik dan saya mengapresiasi film ini karena berani mengangkat topik yang cukup tabu untuk dibicarakan.

Dream Girl Shinee Concept Story (based on MV setting)

Disclaimer : I’m just trying to analyze the whole concept story from lyric and also the MV setting. It based on my own opinion, so it can be not fit with the real meaning. So, enjoy.
3rd Album: Dream Girl –Source
This song itself, tell us about how they meet their dream girl that only appear on their dreams, and disappear on reality. To deliver the story, the MV has 5 settings with each different duty:
A. Trapezoidal black room with white lamps

Opening
B. Pink and baby blue rooms with the big frame that keep the dream girl inside
Dream Girl –Source
C. Baby green room with bed and alarm clock
D. Hexagonal room with black and white stripes, windows, and trampoline
E. Trapezoidal baby green room with windows and wall lamps
Ending
What I get from those settings:
1. Main Stage
All trapezoidal rooms are their place to dance and sing > room A and E. Another room is where the story take place.
2. Reality
Black and white room indicates their reality > room D.
  “회색   세상에  입술만 붉게 빛나
In this gray world, only your red lips shine”
3. Dream
On the contrary, the colorful room symbolized their dream > room B. They just dream about this girl, that’s why the room only contain one thing. A big frame, with dream girl inside.
“지금  눈엔 너무 완벽한  모습만 보이는 
I only see the perfect you in my eyes”
“머리부터 발끝까지 그댄 One and only girl
From your head to your toes, you’re the one and only girl “
4. Transition
And I guess the room C is the transition between both, where they don’t sleep nor really wake up. The alarm clock is the symbol of the transition. When the clock start ringing, the girl disappear.
“밤이면 내게 다가와 아침이 되면 사라져
You come to me at night but disappear in the morning”

What happen when they fell into the dream :

Onew Version

The transition is the window. Onew consciously went to his dream by window, with his own eagerness, although arrived in the dream in sleeping condition.

Jonghyun Version and
Taemin Version
Both Jonghyun and Taemin version use trampoline as the transition. Without any resistance, they were pulled by trampoline then wake up later on the dream.
This is what happen when reality ask them to come back :

 Key Version
Key in reality use speaker to wake up Key in dream. The transition is speaker that sounds like alarm clock in his dream.

Minho Version
Minho in reality use a red thread to take Minho in dream come back to his real life. Both Key and Minho seems not really want to back. Their dream is more colorful than the reality itself.
I don’t want to wake up. –Source
The last, I figured out that they started the MV in a black room then ended it in colorful one. 🙂 That’s all. Please leave a comment if you have another idea about this MV concept. To see the MV, video with hangul+romanization+eng sub, and lyric please kindly click the link. Thank you.
Source

Barcelona Chair (in movies)

Iconic chair is a term to describe a furniture (in this case is chair) that made by a well known architect, interior designer, or furniture maker that claimed internationally. For example, below are some iconic chairs: George Nelson’s Marshmallow Sofa, Arne Jacobsen’s Egg Chair, Eero Aarnio’s Ball Chair, Ludwig Mies van Der Rohe’s Barcelona Chair, Verner Panton’s Panton Chair, Le Corbusier’s Chair, and Charles and Ray Eames’s Eames Lounge Chair and Ottoman. If you regularly check architecture or interior website, you will easily find them in those interior photographs.
Some Iconic Chairs –Source
In this post, I will specially discuss about Barcelona Chair. Why? Because it appears in many movies. Include Personal Taste, a Korean Drama Series. Seriously, my point of view about iconic chair is changed 180 degree since I watch it in Korean Movie, I mean it really ICONIC because it’s not an European or American stuff only.
You can read the history about Barcelona Chair in link above. And why it became so well known not only because it made by a famous architect, but also because its timeless design. Just like Taecyeon said in his rap part on Reebok Classic’s SongIt’s timeless just like plastic, it’ll never changed cause it’s classic. 🙂
 
It made at 1929, but it still fits with recent interior design, it fits with many types of room, and it fits many countries which have different styles. It timeless, it classic, so no doubt it called iconic. Below, it appears in movies.
 
White in Extremely Loud and Incredibly CloseSource
Okay, to be honest I haven’t watched the movie yet and I got the information from the internet. I should watch it soon to see the chair myself.
Brown Coffee in Role ModelsSource
I got it from the same website as above, http://www.retrofurnish.com. While writing this, I learn that there’re many interesting interior websites that I should explore more..
White in TRONSource
It’s 1982 movie! The Barcelona Chair is seen on the rear left side, unfortunately I haven’t installed photoshop yet so I cannot edit the picture to clear it up. There’re also seen Eames Lounge Chair still on the left side, and Achille Castiglioni’s Arco Lamp near it.
White in Down with LoveSource
I have watched the movie, but I don’t realize about the chair.. -_____- ” Should I watch it again?
Brown Coffee in Casino RoyaleSource
Black in Comédie de l’innocenceSource
France Movie. 2000.
Black Ottoman in American PsychoSource
Brown Coffee in Cullen’s House –Source
Repost from the source website. The Cullen’s House also has Castioglioni’s Arco Lamp, Charles Eames’s LCM Chair, George Nelson’s The Eye Wall Clock, and Le Coubusier’s LC10 Glass Table. A dialogue in my mind –> Q: Isn’t it too much, Cullen? A: It will never be too much iconic stuffs in a house of iconic character. Q: Okay -___- “
 
Black in In BrugesSource
Creme in Layer CakeSource
Black in Yes ManSource
White in Iron Man 2Source
Creme in The Good WifeSource
White in Old BoySource
Korean Movie. 2003.
White in Silent HillSource
Black Ottoman in Dr. House Source
White in A Star is BornSource
An 1954 movie.
Black in 500 days of SummerSource
I’ve watched this movie three times, and haven’t realize once that Tom sit on this chair. 😦
Last but not least, movie that make me realize about how iconic an iconic chair is..
Black in Personal TasteSource
From information on internet, there are two others movies that show Barcelona Chair in it: The Art of War III and Mr.Brooks. But, I haven’t found any captured picture yet. There’s also a movie about the chair titled Design Classic: The Barcelona Chair. It is a documentary movie, made in 1987. Here’s the link to watch it –> Barcelona Movie.

Drama, Comedy, Thriller, Action. This iconic chair even fits all genres. So in the end, do you interested to have an iconic chair too?