Password Wifi

“Mas, password wifinya apa ya?”, tanyamu pada seorang pramusaji yang barusan lewat mengantar menu untuk meja sebelah.
.
“ingatTuhan, Mas”, jawabnya cepat. “Semua disambung. T-nya Tuhan huruf besar”, tambahnya kemudian.
.
“Oh ok, Mas. Makasih ya”, kau menjawab dengan kilat sambil mengetik di handphone.
.
“Kenapa Tuhan harus pakai huruf besar, sih?”, aku berhenti menggigit pisang goreng karena penasaran.
.
“Suka-suka masnya yang bikin password dong”, kau menjawab dengan ngawur. Aku memasang wajah cemberut, tapi aku tahu kau tahu bukan itu yang kumaksud.
.
“Hmm, nggak tahu ya, tapi aturan KBBI gitu sih”, kau menjawab lagi dengan praktis.
.
“Ih, masak gitu doang?”. Karena aku merasa hal-hal kurang penting semacam ini penting, jadilah aku protes.
.
“Tahu nggak, God dalam Bahasa Inggris huruf awalnya juga besar. Tapi cuma buat agama monoteisme”, kau mulai memberikan informasi yang sepele, tapi aku suka. “Kalau agama politeisme, yang pakai huruf besar itu nama dewanya langsung..”
.
“Jadi Zeus huruf besar, tapi greek god huruf kecil?”, aku memotong penjelasanmu.
.
“Yap”, jawabmu sambil lalu, pandanganmu kembali ke handphone.
.
“Ih, aneh. Tuhan yang kukenal nggak pernah minta namanya ditulis pakai huruf besar.”
.
“Ya deh yang akrab sama Tuhan. Kenalan di mana sih, Mbak?”, tanyamu menggoda.
.
“Nggak, warteg langgananku dari jaman kuliah password wifinya gustimbotensare. Disambung, semua huruf kecil”, aku lanjut mengunyah pisang goreng yang dari tadi parkir saja di tangan. “Santai aja gitu. Santai, pakai huruf kecil”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s