Drupadi (Spoiler)

Tahun lalu saya menonton film yang dibintangi oleh Mbak Dian dan Mas Nico, berjudul Drupadi.
.
Berawal dengan sayembara untuk memperistri Drupadi, adegan pertama berakhir dengan menangnya Arjuna.
.
Tentu saja, Drupadi sebagai wanita yang kecantikannya sempurna diperankan oleh Mbak Dian, lalu Arjuna yang sakti tiada tanding dan lempeng ekspresi wajahnya itu diperankan oleh Mas Nico.
.
Arjuna yang adalah bagian dari Pandawa Lima setuju pada anjuran Kunti, ibu mereka, untuk menganut asas “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”. Di luar dugaan Drupadi yang hanya menginginkan Arjuna, dia mendapat durian runtuh. “Buy One Get Four Free”.
.
Selanjutnya dikisahkan terjadi perang antara Pandawa dan Kurawa. Kali ini tidak melibatkan darah dan senjata seperti Mahabharata. Perang tersebut adalah perang dadu. Judi.
.
Yudhistira sebagai yang tertua dari Pandawa mempertaruhkan semua yang mereka punya.
Harta. Kerajaan. Saudara-saudaranya. Dirinya sendiri.
Bahkan, Drupadi.
.
Sayangnya, Kurawa menang telak.
.
Drupadi marah saat ia hendak diserahkan pada Kurawa. Ia mempertanyakan hak atas dirinya dan memohon pertolongan dari Khrisna.
.
Saya sebal setelah menonton film ini, bagaimana mungkin Yudhistira yang terkenal bijaksana bisa seceroboh itu?
Karena itu, saya memutuskan untuk membaca buku tulisan Seno Gumira Ajidarma berjudul sama. Berharap menemukan cerita yang berbeda.
.
Ceritanya sama. Sigh.
.
Lengkap dengan narasi tentang Drupadi yang bersumpah tidak akan mencuci dan mengikat rambut, sebelum ia membasuhnya dengan darah Dursasana, seorang Kurawa yang melecehkan dirinya.
.
Berbeda dengan iklan shampoo yang dipromosikan oleh Mbak Dian, pada akhir film ia berkeramas darah.
.
Pandawa menuntut balas dan menang.
.
Muncul pertanyaan dalam benak saya, apakah dendam Drupadi benar tuntas setelah ia membasuh rambutnya dengan darah Dursasana? Serupa dengan apakah orang yang meminta hukuman mati atas orang lain dendamnya benar tuntas setelah nyawa ditukar dengan nyawa? Dan apa iya dendam memang harus dibayar tuntas, sama halnya dengan rindu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s