Mas Echa

Namanya Sutikno. Dia jejaka tampan di kampungku. Wajahnya sangat mirip Reza Rahadian. Membuatku suka memanggilnya dengan sebutan Mas Echa. Dia tidak pernah protes atau bertanya kenapa. Tapi tiap kupanggil dengan sebutan itu, ia menyahut tanpa ragu. Sesederhana itu.
.
Namanya Sutikno. Cita-citanya ingin bekerja di gedung pencakar langit di Jakarta. Mengenakan jas hitam dan sepatu kulit, tas laptop di tangan kanan dan gelas kopi kertas di tangan kiri.
Namun ketika ayahnya mangkat, sementara adik-adiknya masih kecil, dan ibunya butuh biaya, ia tak ayal meninggalkan mimpinya itu dan turun ke sawah garapan ayahnya dulu. Ia masih sesederhana itu.
.
Namanya Sutikno. Aku selalu suka matanya yang bercahaya, seperti ada kunang-kunang di dalamnya. Hidupnya rumit tapi ia tak pernah menganggapnya sulit. Lagu kesukaannya adalah Jealous yang dinyanyikan Labrinth, tapi versi dangdut koplo.
Menarik bukan?
Menurutnya kesedihan tidak harus biru, ia bisa saja jingga, magenta, atau merah muda. Itulah sederhana ala dirinya.
.
Namaku Pramono. Jujur, aku jatuh cinta. Iya, padanya. Sutikno dan kunang-kunang di matanya. Sayangnya, kisah ini tidak akan pernah bisa sederhana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s