Harap Tenang

Harap tenang, Budi dan ibunya sedang mengendap-endap membawa potongan badan untuk dikuburkan. Bukan maksud ingin jatuh korban, mereka hanya tak sengaja menabrak orang saat melintas jalan sepi yang membelah hutan.
.
Tahun ini, Budi dicalonkan jadi anggota dewan. Ibu Budi yang sudah dapat titipan dan bisikan dari pembesar di sekitar, tak ingin rencananya bubar jika Budi sampai diperkarakan.
.
Segera setelah terjadi hantaman, Ibu Budi turun, mengecek nadi insan yang tergeletak di kolong mobil bagian depan.
.
Tak ada denyutan.
.
Budi mulai panik dan belingsatan. Ibu Budi cepat memutuskan tubuh tak bernyawa ini tak boleh ditinggalkan. Di jok belakang inginnya jasad itu diletakkan, selanjutnya bisa nanti dipikirkan.
.
Saat mengangkat mayat, Budi tetiba ingat dia punya sekop dan gergaji yang disimpan dengan rapi dalam bagasi. Awalnya mau digunakan untuk kampanye saat Hari Bumi, namun kini alat-alat itu akan punya fungsi lain yang lebih berarti.
.
Di empat penjuru hutan, mereka berdua mengebumikan potongan demi potongan dengan cekatan. Semua sudah dipikirkan penuh kecermatan, jauh berbeda dengan yang biasa dilakukan kalau menabrak kucing di jalan. Bagaimana jika ketahuan? Mereka tak mau membayangkan.
.
Lepas 40 hari, Budi dan ibunya berseri-seri. Dukungan suara untuk Budi banyak sekali. Ibu Budi terharu atas pemilu yang sudah berlalu, lalu ia mengadakan pesta hingga hari ketujuh.
.
“Tok, tok, tok”, dari pintu terdengar bunyi. Ibu Budi mendekati setengah berlari, tak ingin tamunya lama menanti.
Di depan, potongan kaki menari-nari. Sepertinya si mati sudah tiba di Bumi lagi. Ibu Budi jatuh tak sadarkan diri. Budi belum tahu apa yang terjadi, masih terus ketawa-ketiwi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s