Diet Kantong Plastik

Beberapa tahun belakangan saya sering sekali menolak abang-abang.
.
Click bait sekali, saudara.
Maksudnya sih nolak abang-abang *ndomart, alf*mart, dan toko lainnya ya..
.
“Mas nggak usah pakai plastik.”
.
Responnya beragam mulai dari maksa dan bilang, “Mbak, ini nggak bayar kok plastiknya”, sambil masukin belanjaan ke benda yang katanya terurai padahal cuma berubah jadi serpihan lebih kecil saja itu. Jadi bikin penasaran pingin bercanda, “Mas, memangnya muka saya kelihatan pelit banget atau kere banget ya?”, tapi dibatin saja daripada si mas nggak menangkap lucunya.
.
Ada juga yang sejenis bapak-bapak asuransi yang selalu telepon pas jam kantor, “Ini gratis kok, mbak”. Jadi pingin nyanyi lagunya Ed Sheeran ~the worst thing in life come free to us~. Tapi lagi-lagi dibatin saja daripada disangka gila.
.
Di lain waktu, ada juga yang melihat seolah saya gila, saat saya nggak mau pakai plastik saat beli sepatu, jadi kotaknya saya tenteng. Padahal nggak jauh kok bawa kotaknya, beli di lantai 1, kantor di lantai 8, naik lift sekejap mata sampai.
.
Ada juga yang protes saat saya beli baju nggak pakai plastik, langsung saya cemplungkan ke tas. “Kotor mbak nanti bajunya”. Langsunglah saya tangkis, tash, “Ya kan nanti dicuci mas. Juga kan bakal kotor kalau dipakai”. Masnya sih langsung diam, tapi isi hatinya kutak tahu~
.
Atau ada yang memandang prihatin ketika saya lupa bawa tas kantong kain dan ngotot tetap nggak pakai kantong plastik, alhasil bentukan saya macam monyet yang kebanyakan bawa pisang jarahan, tak lupa bilang “Nggak apa-apa kok mas, rumah saya dekat, hehe”.
.
Saya bukannya anti plastik banget sih, tapi berusaha mengurangi sebisanya. Saya masih pakai plastik dalam bentuk lain dan kadang kalau terpaksa sekali ya saya tetap minta kantong plastik. Daripada disangka gila, ya kan?
.
Tapi saya senang, sepanjang 17 hari pertama di tahun ini, saya belum belanja dengan kantong plastik satupun.
Bulan ini saya sudah kehabisan stok kantong plastik. Menyebabkan buang sampah susah, tapi ya sudahlah.
Ini semacam kekurangan, tapi entah kenapa saya merasa kaya. Apa mungkin saya gila? 🤔

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s