Aktualisasi Diri

Corgito ergo sum. Aku berpikir maka aku ada itu jaman dulu. Jaman sekarang aku update status maka aku ada. Mau seaktif apapun seseorang di dunia nyata, kalau ceritanya tidak dipublish di dunia maya. Dia akan tetap ‘dikira’ tak berbuat apa-apa.

Saya hanya tidak paham, mengapa aktualisasi diri jaman sekarang menjadi jauh lebih dangkal. (baca: lebih cepat dan mudah). Lalu menjadi bias, apakah seseorang melakukan sesuatu karena ia benar mau melakukan itu. Atau karena semata ia mau mempublish kegiatan itu.

Tapi alasan bukanlah perkara besar. Ada banyak bentuk aktualisasi diri dan perbedaan satu dan yang lain bukanlah inti dari cerita. Aktualisasi berujung pada kepuasan dan kebahagiaan. Ada yang bahagia dengan berpikir. Dan ada yang bahagia dengan media.

Cara bukanlah soal, bukan? Jadi mari berbahagia.. (dengan cara yg manapun, bagaimanapun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s