Di Halte

Saya duduk di halte Kertha Petasikan sendiri. 99,9% selalu sendiri karena halte ini kurang strategis dari manapun tampaknya. Biasanya saya menunggu tanpa banyak ada cerita. Hari ini pengecualian.
Sebuah mobil berwarna tosca melambat ketika melewati halte ini. Lalu merapat ke bahu jalan sekitar 5 meter dari halte. Saya mengamati cukup lama ia diam disitu. Lalu sebentar kemudian ia mundur dan berhenti persis di depan halte. Ia turunkan kaca di sisi penumpang, seorang pria sendiri sebagai pengemudi.
P : Mau numpang?
A : Hah? Mau kemana memangnya?
P : Kamu mau kemana?
A : *seram* Nggak. Saya lagi nunggu Sarbagita.
Segera si pengemudi menutup kaca jendela. Dan pergi menjauh. Cerita tamat. Saya masih merasa seram. Hati-hati teman.
posted from Bloggeroid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s