Senja Merah Kelabu

Bertahun saya anggap senja sama dengan
pulang.
Tak hanya ke rumah,
namun juga ke abu-abu.
Tempat kamu dikenal sebagai dirimu.
Berpuluh senja saya menatap burung-burung terbang,
pulang.
Orang-orang berdesakan di jalan berebut
pulang.
Saya tak kunjung pulang
tidak iri
saya mengerti
lalu menatap nanar,
sabar. 
Namun, senja hari ini berbeda,
ia terlihat begitu merah jambu
sendu. 
Dan pulang terdengar begitu jauh, 
tak tersentuh. 
Peluh dari mata saya, jatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s