Ketika Insomnia Menyerang Kamar Tidur Saya

Kumpulan tweet semalam kemarin. Ketika insomnia menyerang kamar tidur saya.

Insomnia. Ketika transisi terpanjang bukan lagi jalanan dr kosan-kantor, bukan tangga ke lantai2 berikut, dan bukan koridor2 panjang sempit.


Lalu tak lama saya menjelma terong.


Berkunjung ke kuah sop. Salaman sama bu wortel, lari2 sama si bunga kol, main sepak bakso sama tante kacang merah. Kenalkan, saya terong.


Kembali ke atas pickup. Menggelinding di samping jempol kaki ibu petani yg sedikit bau tanah dan banyak bau karet. Saya masih terong.


Memar menjelang sore. Berpindah tangan cuma2. Seharian saya angkat teman2. Lalu mereka pergi tidak kembali. Masih terong.


Dilempar ke kubangan raksasa, dipukul2 dengan tongkat besi panjang, lalu disiram air bah yg panas. Saya terong yg lelah, tidak bersalah.


Terlalu asam. Menghilang perlahan. Saya masih (hampir bukan) terong. Di dalam perutmu.


Selamat malam. Disini terlalu gelap. Kau pasti tak tahu. Salam asam mulai tenggelam -si terong-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s