Kunang-Kunang di Matamu

Ada kunang-kunang di matamu. Manis sekali, dekat sekali. Kuning kecil melentik kesana kemana. Pada siapa?
Kunang-kunang di matamu tak bernama. Tapi kau pasti punya bukan? Entah Andi atau Edwin. Bambang atau Richard. Atau mungkin Sutikno?
Bolehkah aku mengenalmu lebih jauh -biarkan aku menyebutmu- Sutikno?
Di suatu sore kita akan berbagi dunia, Sutikno. Kau akan menceritakan masa lalumu dan aku akan menceritakan masa depan yang ada di depan mata. Ketika aku menceritakan ketakutan-ketakutan terbesarku, kau akan bertutur tentang mimpi-mimpi yang kau punya.
Tembok yang aku bangun selama ini perlahan runtuh, Sutikno. Dan cermin yang mengurungmu bertahun kemarin telah pecah berkeping-keping. Pecahan cermin itu hanya meninggalkan bayangan wajah kita yang sedang tersenyum bahagia, sederhana. Mereka tidak berbahaya, tidak akan meninggalkan luka.
Betapa indah dunia yang kita punya, benar begitu Sutikno? Di dunia ini hanya ada embun pagi, wangi matahari, semburat senja, dan ya, kunang-kunang yang masih betah menempel di sana, di mata coklat abu-abu milikmu.
Tak lama setelah kita berjumpa, akan kuberanikan diri bertanya. Ah, padamu tentu saja, memang siapa.
Bolehkah aku memilikinya? Ya mereka, kunang-kunang di matamu. Dan ya, sekaligus kamu pemilik mereka tentu saja, Sutikno.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s