Gosip

Aku termasuk tipe orang yang suka mendengarkan gosip, entah itu selebritis atau teman sendiri. Mendengar sesuatu hal yang tidak jelas kebenarannya dari sudut pandang orang lain menurutku sangat menarik. Belajar tentang cara berpikir orang lain, belajar dari kehidupan orang lain, dan menduga-duga kenapa mereka melakukan itu, memilih itu, dsb. That’s the point.
Walaupun sangat suka mendengar gosip, aku bukan tipe orang yang suka menyebarkan gosip, dalam hal ini keburukan seseorang. Terkadang menurutku baik buruk, benar salah, tidak dapat dinilai sesederhana saat kita mendengarkan gosip yang singkat dan tanpa pertimbangan panjang. Karena alasan itu, aku berusaha tidak turut menyebarkan hal tersebut.
Judge pada kehidupan seseorang berpeluang mengubah hidup seseorang untuk selamanya, entah itu ke arah positif atau negatif. Sungguh tidak adil rasanya jika seseorang mengalami hal tersebut hanya karena gosip yang belum jelas kebenaran dan kepastiannya.
Ya, aku memang membicarakan keburukan orang lain juga. Tapi, hal yang aku katakan adalah hal yang aku rasakan sendiri, bukan pendapat orang lain yang aku ceritakan ulang. Aku merasa cukup fair ketika melakukan hal tersebut, karena dengan demikian aku bisa bertanggung jawab langsung pada orang yang bersangkutan. Aku dapat mengatakan kepadanya, aku tidak menyukai sikapnya yang begini karena ini, berkata langsung kepada seseorang tentang ketidaksukaan kita kepadanya menurutku akan berdampak lebih baik ketimbang hanya membicarakannya di belakang. Aku sudah pernah melakukan hal ini pada beberapa orang dan efek yang ditimbulkan memang tidak sama dari orang ke orang, ada yang bisa menerima dengan terbuka bahwa kontra pada dirinya memang ada, ada pula yang langsung menghindar karena tidak suka pada apa yang aku lakukan. Menurutku itu fair, dan aku tidak keberatan dengan respon-respon tersebut.
Satu hal yang berusaha aku pertahankan ketika mendengar gosip adalah pemikiranku sendiri. Maksudnya ketika orang bercerita tentang keburukan seseorang sementara sebenarnya aku tidak punya masalah dengan orang yang dimaksud, aku merasa lebih baik jika aku tidak menelan mentah-mentah gosip tersebut. Cukup tahu itu perlu, tapi ikut-ikutan membenci orang yang digosipkan tanpa dasar yang jelas menurutku keterlaluan.
Tapi itulah yang menurutku kerap terjadi di sekitar kita. Satu orang menjadi musuh secara masal, digosipkan sana sini oleh orang yang benar-benar bermasalah dengannya, bahkan oleh orang yang tidak punya urusan apa-apa dengannya. Orang-orang merasa aman ketika ikut-ikut membenci orang yang sama.
Sejujurnya walaupun berpikir seperti ini, aku juga belum cukup berani membela orang yang tidak punya masalah denganku dan membelanya terang-terangan di depan umum. Aku belum punya cukup keberanian untuk itu. Biasanya aku hanya diam. Masih pengecut.
People can call me naive, hypocrite, anything. Tapi sementara dengan keadaan ini, aku cukup merasa bahagia, karena aku merdeka dengan pemikiranku sendiri. Pemikiran yang tidak terinvansi pemikiran-pemikiran orang lain. Pemikiran yang berasal dari hati sendiri bukan karena sekedar ikut-ikut orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s