How to Make POTPOURRI (by me)

Hari ini adalah hari wisuda untuk angkatan 2006. Seperti tahun2 sebelumnya, tradisi memberi bunga kepada wisudawan-wisudawati masih tetap berlangsung. Kami junior yang belum lulus membeli bunga untuk para senior yang lulus hari ini.
Singkat cerita, pada akhir acara wisuda tersebut ada beberapa tangkai bunga yang tersisa untuk kami bawa pulang. Pada saat itu aku ingat sesuatu tentang “Potpourri”
Pertama kali dengar dan tahu kata2 itu saat SMP, dari sebuah komik. Di komik tersebut, yang judulnya aku sudah lupa, tapi berstatus serial cantik, dikisahkan seorang anak perempuan yang menyukai dunia perbungaan.
Di situlah istilah potpourri muncul. Secara sederhana potpourri dapat disebut sebagai kumpulan bunga2 yang telah dikeringkan. Sebenarnya aku tidak terlalu ingat bagaimana cara membuatnya, namun setelah berusaha me-recall ingatan, inilah yang aku bisa aku ingat :
1. keringkanlah helaian bunga dalam lembaran buku yang cukup tebal. *untuk permulaan aku menyarankan kelopak bunga mawar untuk dikeringkan dan kamus inggris-indonesia untuk media pengering*
2. setelah beberapa lama (bisa jadi hitungan minggu atau bulan, just try it..) si kelopak bunga akan mengering namun tidak busuk.
3. simpanlah kelopak bunga yang telah kering tersebut dalam sebuah kantong serut kecil.
4. berikanlah kantong tersebut sebagai jimat untuk orang yang kamu sayangi. *sebenarnya bagian terakhir ini agak improvisasi pribadi, karena tidak terlalu ingat bagaimana cerita komiknya, dan karena si komik itu serial cantik, inilah akhir yang menurutku paling mungkin yang terjadi. haha..*
Sepulang dari kampus aku mencoba bertanya pada eyang google tentang potpourri. Dan hasilnya eng-ing-eng, pemahaman tentang potpourri sebenarnya sama, tapi cara membuat yang ditawarkan masing2 penulis berbeda2.
Setelah dipikir2 cara membuat yang aku tulis ini agak mirip cara membuat herbarium kemudian diimprovisasi menjadi potpourri.
Yup, setelah me-recall cerita komik dan menambahkan sedikit improvisasi, i find my own way to make potpourri, that’s a nice part to know.. 🙂
Some facts behind my potpourri :
1. aku pernah membuat bunga kering dengan cara yang aku tulis di atas. Bunga mawar, kamus bahasa inggris, all the way exactly the same..
2. aku membuat si bunga itu dari SMA, kumpulan bunga yang sudah kering itu masih ada sampai sekarang dan aku simpan di dalam sebuah kotak, karena aku tidak punya dan tidak berniat mencari si kantong serut.
3. kumpulan bunga kering itu ternyata tidak harum, dan benar setelah membaca beberapa sumber, tampaknya menambahkan beberapa tetes minyak esensial itu penting.
4. jangan meninggalkan bunga mawar yang utuh dengan ujung tangkai di dalam air atau tempat yang lembab, karena aku pernah melakukannya dan seluruh kelopaknya jadi busuk dengan cepat dan berakhir mengerikan. dari beberapa sumber disebutkan mengeringkan bunga memang harus di tempat yang kering, tidak lembab, berangin, namun jangan terkena sinar matahari langsung.
5. dari beberapa sumber juga disebutkan, cara mengeringkan bunga utuh yang baik adalah dengan cara terbalik, kelopak di bawah dan tangkai di atas.
That’s all about potpourri.. A nice topic to share with.. 🙂
Nb : mungkin aku akan menambahkan beberapa foto tentang ini, next time..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s